Pembangunan desa adalah fondasi dari pembangunan nasional. Desa
yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tidak hanya menjadi motor penggerak
ekonomi lokal tetapi juga pilar penting dalam menciptakan kesejahteraan secara
menyeluruh.
Untuk menjawab tantangan ini, Kementerian Desa & Pembangunan
Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah meluncurkan 12 rencana aksi strategis
yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat desa.
"Astacita keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah
untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.
Implementasi Astacita tersebut menuntut kita untuk lebih fokus pada pembangunan
yang lebih inklusif dan berkelanjutan."
1. Menggerakkan BUMDes Pendukung Makanan Gizi
Gratis
Salah satu prioritas Kemendesa adalah menyediakan makanan
bergizi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini digerakkan melalui
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kerja sama dengan petani lokal menjadi kunci untuk memastikan
ketersediaan bahan pangan berkualitas. Melalui proses ini, makanan bergizi
didistribusikan dengan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan.
2. Swasembada Pangan Desa / Ketahanan Pangan
Lokal
Ketahanan pangan adalah langkah awal menuju kemandirian desa.
Program ini dapat dimulai dengan pemetaan potensi pangan lokal. Hasil panen
dipasarkan melalui jaringan lokal maupun digital, sehingga menciptakan siklus
ekonomi yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Energi adalah kebutuhan vital, tetapi banyak desa masih
kekurangan akses listrik. Untuk itu, Kemendesa perlu intervensi dengan
memprioritaskan desa swasembada energi.
Proses ini dimulai dengan survei potensi sumber energi, seperti
tenaga surya atau biomassa. Setelah itu, masyarakat dilatih untuk mengelola
teknologi energi terbarukan. Dengan langkah ini, desa-desa tidak hanya memenuhi
kebutuhan energi mereka sendiri tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan
lingkungan.
Air bersih adalah kebutuhan mendasar yang sering kali sulit
diakses oleh masyarakat desa. Program desa swasembada air bertujuan untuk
menjawab masalah ini. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi sumber air
potensial. Infrastruktur seperti sumur bor, tangki penampung, dan jaringan
distribusi dibangun untuk memastikan akses yang merata. Selain penyediaan
sumber daya air juga perlu dilakukan kampanye kesadaran tentang pentingnya
menjaga kebersihan air juga diluncurkan untuk mendukung keberlanjutan program.
5. Desa Ekspor
Mengubah desa menjadi pemain di pasar internasional adalah mimpi
besar yang hanya dapat terwujud dengan perencanaan yang matang. Langkah utama
adalah mengidentifikasi produk unggulan desa yang memiliki potensi ekspor.
Setelah itu, standar kualitas produk ditingkatkan, dan platform digital
digunakan untuk mempromosikan produk ke pasar global. Dengan strategi ini, desa
dapat menjangkau peluang baru di luar batas geografisnya.
6. Pemuda Pelopor Desa
Pemuda adalah kekuatan desa yang sering kali kurang diberdayakan.
Melalui program ini, Kemendesa perlu menciptakan ruang bagi pemuda untuk
berinovasi. Pelatihan kewirausahaan diberikan untuk membekali mereka dengan
keterampilan bisnis. Kompetisi ide-ide kreatif didukung dengan pendanaan,
menciptakan generasi pemimpin desa yang inspiratif.
7. Konsolidasi Program Kementrian/Lembaga Masuk
Desa.
Sering kali, program-program lintas kementerian tidak
terkoordinasi dengan baik di tingkat desa. Untuk mengatasi masalah ini,
Kemendesa harus mampu menginisiasi konsolidasi program dengan kementerian dan
lembaga lain. Dengan pendekatan ini, program lintas sektor dapat diselaraskan,
dan aparatur desa dilatih untuk mengelola berbagai inisiatif dengan lebih
efektif.
8. Digitalisasi Desa dan Desa Wisata
Desa yang terhubung dengan dunia digital memiliki peluang yang
lebih besar untuk berkembang. Akses internet menjadi langkah awal untuk
mewujudkan digitalisasi desa. Di sisi lain, desa wisata dipromosikan melalui
platform online, memungkinkan wisatawan menemukan keindahan budaya dan alam
yang unik.
9. Investasi Serta Kerjasama Dengan Korporasi
Nasional dan Investor Dari Luar Negeri
Menjadi tantangan tersendiri bagi Kemendesa utuk mendorong
investasi melalui kerja sama dengan korporasi nasional dan investor internasional.
Desa-desa harus disiapkan untuk menjadi mitra yang menarik, dengan proposal
investasi yang kuat dan forum pertemuan yang difasilitasi.
10. Penguatan
Pengawasan Penggunaan Dana Desa (DD)
Dana desa adalah alat penting untuk pembangunan, tetapi pengelolaannya
harus transparan. Program ini memastikan bahwa dana desa dikelola dengan
melibatkan masyarakat, dilaporkan secara terbuka, dan diaudit secara berkala.
Dengan cara ini, dana desa benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.
11. Desa Berketahanan Iklim dan Pengembangan Desa
Tangguh Bencana
Perubahan iklim dan bencana alam menjadi ancaman yang nyata bagi
banyak desa. Program desa berketahanan iklim melibatkan masyarakat dalam
pelatihan mitigasi bencana dan pemasangan sistem peringatan dini. Dengan
langkah ini, desa-desa lebih siap menghadapi tantangan lingkungan.
12. Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
Program ini dimulai dengan pemetaan masalah di daerah
tertinggal. Infrastruktur dasar, pendidikan, dan pelayanan kesehatan menjadi
prioritas dalam program terpadu yang dirancang untuk mempercepat pembangunan.